PERJUANGAN MENJAGA LISAN

 

“Aku merasa sanggup dan kuat menahan payahnya berpuasa pada hari-hari yang sangat panas di negeri Basrah yang panas itu. Tapi aku merasa susah untuk meninggalkan satu ucapan punyang tidak perlu bagiku.”

— Yunus bin Ubaidillah —

 

Hai sobat, apakabar?? Alhamdulillah pasti semuanya masih bisa merasakan nikmat yang begitu banyak diberikan oleh Allah SWT. salah satunya nikmat berbicara. Antum diberikan mulut atau lidah untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Iya kan?? Hmm.. itu adalah nikmat yang sangaaat.. luar biasa!! Patut kita mensyukurinya.

Lidah tidak bertulang….. coba yang punya lidah ada tulangnya silahkan melapor nanti dimasukan ke keajaiban dunia, hehe. Tapi sobat tau ga?? Belum tau yah, okelah yang udah tau no coment (Peace….^_^V) bahwa lidah itu adalah salah satu anggota tubuh yang paling binal dan nakal (Nah loh, ko bisa?) yah karna mulutkan tidak bertulang jadi gampang digerakan oleh pemiliknya.

Selain itu lidah juga merupakan  suatu anggota yang paling banyak menimbulkan keonaran dan kerusakan. Seperti yang diriwayatkan oleh Sofyan bin Abdullah. Beliau bertanya kepada Rasulullah Saw. “Ya Rasulullah, apakah yang sangat ditakutkan daripadaku (manusia)?” Maka Rasulullah memegang lisannya, lalu bersabada : “Inilah.”

Imam Ghazali pernah bertanya kepada murid-muridnya, benda apakah yang paling tajam di dunia ini?? Murid-muridnya ada yang mengatakan pedang, silet (setajam silet…!!), bedog (eh, golok), dll. Tapi kata Imam Ghazali itu semua memang benar benda yang tajam, akan tetapi yang paaaliiinggg tajaam itu adalah lidah. Wuih.. serem juga tuh yah lidah.. makanya wajib bagi Antum semua untuk memelihara lidah.

Jadi… hati-hati dengan lidah yang qta miliki. Qta harus benar-benar berjuang untuk menjaga lisan qta agar tidak membahayakan diri qta sendiri maupun orang lain. Kenapa qta harus susah payah menjaga lisan qta?? Okeh sob, nih yah… alasannya.

  1. 1.    Ucapan adalah langkah hidup

Sobat, perlu diketahui oleh Antum semua bahwa setiap pagi anggota badan tubuh qta berpesan kepada lisan/mulut agar berlaku baik. Wah.. ko bisa yah?? Yah seolah-olah mereka mengatakan “Wahai lisan, jika engkau berlaku baik, maka kami pun akan baik, dan jika engkau berbuat serong maka kami pun terpaksa serong pula.”

So, ucapan yang keluar dari lisan qta sangat berpengaruh kepada anggota tubuh dalam kebaikan atau keburukan.

Tuh yah.. coba dech direnungkan orang sukses itu selalu mengatakan “bisa!” sehingga badan pikiran dan anggota tubuh lainnya berusaha untuk bisa melakukannya.

 

 

  1. 2.    Waktu adalah pedang

Sob, inget nich yah.. waktu itu seperti pedang yang bisa menghabiskan qta. Oleh sebab itu please.. jangan coba-coba dech untuk buang-buang waktu hanya untuk mengobrol saja. Contoh nich yah, seorang siswa diberi tugas oleh gurunya untuk merangkum pelajaran IPA. Semua siswa mengerjakan tugasnya kecuali si.. A dan si B mereka berdua bukannya mengerjakan tugas, ehh.. malah asyik mengobrol tentang 7icons, cherybels, smash de el el. Akhirnya mereka mendapatkan hukuman dari gurunya. Bayangkan…. orang lain sudah menulis sampai 3 halaman ini satu halaman saja belum penuh… hanya karna tertunda oleh mengobrol.. waduh waduh…

Sobat, Imam Ghazali mengatakan “Alangkah bahagianya orang yang memperhatikan dan menjaga dirinya. Dan alangkah sialnya orang yang tidak memperdulikan dirinya. Berlaku semau gue dan melepaskan kendalinya.”

Jadi, jaga lisan agar tidak menjadi sial. Sobat yang diucapkan oleh lisan selain dzikrullah itu hanya sia-sia dan menghabiskan waktu belaka.

 

  1. 3.    Lisan alat untuk mempertahankan Amal shalih

Sobat, percuma qta melakukan perbuatan yang baik, seperti bershodaqoh, shalat malam, berbakti kepada ke2 orangtua de el el. Tapi qta tidak memelihara lisan qta. Karena jika lisan tidak dikendalikan, ia akan tiba kepada hal-hal yang tidak karuan. Seperti halnya membicarakan aib orang lain.

Ghibah atau gosip and sajenisnya itu seperti halilintar yang dapat menghapuskan ta’at. Perumpamaan orang yang suka membicarakan aib orang lain seperti seseorang yang memasang bandring utnuk melemparkan kebaikannya ke barat dan ke timur, ke kanan dan ke kiri. Artinya nich yah.. ketika qta melakukan amal shalih, terus sesudahnya qta membicarakan aib/keburukan orang lain maka pahala amal shalih yang qta lakukan tadi akan pindah kepada orang yang qta bicarakan aibnya itu. Hemm… makanya jaga lisan..

Ada kisah nih yah… suatu malam Syeikh Hatim Al-Ashom berhalangn mengejakan shalat tahjaud, maka ia diakata-katai oleh Isterinya. Tapi beliau menjawab: “Mudah-mudahan saja ketekoranku malam itu dapat terbayar oleh kejadian semalam itu juga. Yaitu ada beberapa kaum yang shalat tahajud samapai larut malam dan pagi harinya mereka membicarakan (kejelekan) Aku. Maka mudah-mudahan di hari kiamat nanti, ganjaran tahjud mereka pindah ke mangkok timbangan amalku.”

 

  1. 4.    Menghindari bahaya dunia

Ada ulama yang mengatakan “Jangan umbar mulutmu supaya kamu tidak menjadi hancur.” Sobat ulama ini mencoba menjelasakan bahwa jika orang buka mulut seenak hatinya maka ada kemungkinan dilabrak orang sampai dia hancur atau dipukul oleh orang lain sampai roboh.

“Jagalah mulutmu jagnan samapi mengucapkan hal-hal yang bida menjadikan bala (petaka). Sesungguhnya bala itu berpangkal pada ucapan.” Itu syair yang telah dibuat oleh para ulama. So, sobat jika qta menjaga dan memelihara lisan qta dari perkataan yang buruk, pastinya bahaya yang ada di dunia ini bisa qta hindari.

 

  1. 5.    Mengingat bahaya di akhirat

Sob, manusia itu tidak bisa lepas dari dua hal dalam berbicara. Pertama ada ucapan yang haram dan dicegah. Kedua mubah berlebih-lebihan yang tidak perlu baginya. Sob, kedua hal ini mengandung cela. Akibat dari pembicaraan yang haram adalah siksa yang berat yang tidak akan kuat untuk dipikul. Fhuh.. serem juga tuh..

Rasulullah bersabda : “Dimalam aku di-Isrokan, aku melihat suatu kaum di dalam neraka sedang makan bangkai. Kataku kepada Jibril: Siapakah itu hai Jibril? Jawab Malaikat Jibril: Mereka itu orang-orang yang di dunia suka makan daging manusia (mengumpat/membicarakan aib orang lain).”

Dan Rosulullah saw telah bersabada kepada sayyidina Mu’adz: “Hentikan lidahmu dari mengumpat terhadap Ahli Al-Quran dan penuntut ilmu. Dan jangan engkau mencabik-cabik manusia dengan mulutmu agar engkau tidak dibacik-cabik oleh anjing-anjing neraka kelak.”

 

Jadi, sobat muslim semuanya, qta harus benar-benar dalam menjaga dan memelihara lisan qta dari perkataan-perkataan yang kotor dan tidak baik. Karena hal itu semua berpengaruh terhadap kehidupan qta.

Semoga Allah memberi qta perlindungan dari yang lisan yang tidak dijaga. Aamiin ^_^V

 

~ by adzillah on February 2, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: