KEKUATAN PIKIRAN MANUSIA YANG TAK TERBATAS

MAKALAH

PSIKOLOGI UMUM

 

KEKUATAN PIKIRAN MANUSIA YANG TAK TERBATAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

RIFA SA’DIYATUL HASANAH

10214211185

 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS IBNU KHALDUN
BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    LATAR BELAKANG

Berdasarkan fitrah Allah, manusia memiliki tiga potensi, yaitu Al-Jasad (jasmani), Al-Aql (akal) dan Ar-Ruh (ruhani). Islam menhendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan seimbang, memberikan sesuai haknya tanpa penambahan dan pengurangan. Karena Allah memerintahkan untuk menegakan neraca keseimbangan (Q.S. 5: 7-9).

Yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya adalah akal. Dengan akal manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Akal juga dapat membantu manusia dalam berpikir. Pemenuhan kebutuhan akal yaitu dengan ilmu pengetahuan, oleh karena itu Allah mewajibkan kepada setiap hambaNya untuk menuntut ilmu.

Akal berhubungan dengan otak, struktur otak manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Otak manusia dirancang oleh Allah SWT dengan sempurna sehingga manusia memiliki daya pikir yang tak terbatas yang tidak bisa dilakukan oleh makhluk lainnya. Oleh karena itu otak merupakan salah satu potensi manusia yang sangat penting dan harus diberi asupan dengan baik dan benar.

 

  1. B.     PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka yang menjadi perumusan masalah adalah :

  1. Bagaimanakah otak manusia itu sehingga menjadi hal yang sangat luar biasa?
  2. Bagaimana dan kapan kecerdasan berkembang?
  3. Seperti apakah cara berpikir otak?
  4. Faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi inteligensi seseorang?

 


  1. C.    TUJUAN

Makalah ini disusun untuk:

  1. Memenuhi tugas Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Psikologi
  2. Mengetahui tentang otak manusia
  3. Mengetahui perkembangan kecerdasan
  4. Mengetahui cara berpikir otak
  5. Mengetahui faktor-faktor yang yang dapat mempengaruhi inteligensi seseorang

 

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    OTAK MANUSIA BAGAIKAN RAKSASA TIDUR

Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau 2% dari berat tubuh dan dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung oleh 900.000.000.000 (sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, toatalnya ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar.

Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang ke sarangnya, dan memberi tahu teman-temannya tentang lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang ke sana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas di antara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi srang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya dengan 7.000 sel otak, lebah sudah sedemikian hebatnya.

Berbeda dengan lebah, manusisa diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Akan tetapi, ini barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlh sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergntung pada seberapa banyak koneksi yang terjadi di antara setiap sel otak tersebut. Setiap sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bisa dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki oleh manusia. Koneksi antarsel otak akan terjadi bila seseorang menggunakan dan melatih otaknya. Semakin sering seseorang menggunakan dan melatihnya maka semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya akan terjadi bila seseorang dapat menciptakan arti pada apa yang telah dipelajari.

 

  1. B.     TIGA OTAK DALAM SATU KEPALA

Teori otak Triune pertama dicetuskanoleh Dr.Paul MacLean. Di dalam kepala manusia terdapat tiga macam otak yang berkembang sesuai dengan tahap evolusi manusia. Perkembangan terjadi secara bertahap, muli dari otak reptil (Batang otak), otak mamalia (sistem limbik) dan Neokorteks (otak berpikir).

Yang pertama dalam perkembangan evolusi adalah batang atau otak reptil. Manusia mempunyai unsur-unsur yang sama dengan reptilia; inilah komponen kecerdasan terendah dari spesies manusia. Bagian otak ini bertanggung jawab atas fungsi-fungsi motor sensor-pengetahuan tentang realitas fisik yang berasal dari panca indra.

Perilaku yang ada dalam otak reptil berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan spesies. Perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan perlingungan wilayah. Ketika manusia merasa tidak aman, otak reptil ini spontan bangkit dan bersiaga atau melarikan diri dari bahaya. Inilah yang disebut reaksi “hadapi atau lari”. Pada masa-masa perkembangan awal manusia, inilah reaksi yang merupakan keharusan. Sayangnya, jika otak reptil ini dominan, kita tidak dapat berpikir pada tingkat yang sangat tinggi.

Disekeliling otak reptil ini terdapt sistem limbik yang sangat kompleks dan luas, atau otak mamalia. Dalam istilah evolusioner, sistem ini sangat canggih dan merupakan bagian yang juga dimiliki semua mamalia. Sistem limbik ini terletak di bagian tengah dari otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif; yaitu ia menyimpan perasaan, pengalaman dan kemampuan yang ada dalam memori manusia. Selain itu, sistem ini uga mengndalikan bioritme manusia, seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, detak jantung, gairah seksual, temperatur dan kimia tubuh, metabolisme, dan sistem kekebalan.

Sistem limbik ini jelas merupakan bagian yang penting dalam mempertahankan kehidupan manusia. (kenyataan bahwa bagian otak yang mengendalikan emosi manusia juga mengendalikan semua fungsi tubuh manusia menjelaskan mengapa emosi manusia dapat secara langsung memperngaruhi kesehatan manusia) Sistem limbik asalah panel kontrol utama manusia yang menggunakaninformasi dari indra penglihatan, pendenganran, sesasi tubuh-dan yang tak begitu sering, indra peraba dan penciuman sebagai input-nya. Kemudian, informasi tersebut didistribusikan ke bagian pemikir di dalam otak manusia yaitu neokorteks.

Neokorteks terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik, yang membentuk 80% dari seluruh materi otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan manusia. Inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran, dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik sadar, dan ideasi (penciptaan gagasan) nonverbal.

Dalam neokortekslah semua kecerdasan yang lebih tinggi berada, yang membuat manusia unik sebagai spesies. Psikolog Dr.Haward Gardner telah mengidentifikasi berbagai kecerdasan khas atau “cara-cara mengetahui” yang dapat dikembangkan pada manusia. Diantara kecerdasan-kecerdasan ini adalah kecerdasan linguistik, metemetika, visual/spasial, kinestetik/persa, musik, antarpribadi.

Mungkin kecerdasan tertinggi dan bentuk terbaik dari pikiran yang kreatif adalah intuisi. Intuisi adalah kemampuan untuk menerima atu menyadari informasi yang tidak dapat diterima kelima indra manusia. Kemampuan ini sangat kuat pada anak-anak antara usia empat dan tujuh tahun. Sering kali kemampuan ini ditkan dan dihentikan olehorang-orang berkuasa yang memandangnya sebagai perilaku irasional. Orang hawatir dengan intuisi karena mereka pikir intuisi bisa menghalangi pemikiran rasional. Sebenarnya, intuisi justru berdasarkan pada pemikiran yang rasional dan tak dapt berfungsi tanpanya.

 

  1. C.    BAGAIMANA DAN KAPAN KECERDASAN BERKEMBANG

Semua kecerdasan yang lebih tinggi, termasuk intuisi, ada dalam otak sejak lahir. Dan selama lebih dari tujuh tahun pertama kehidupan, kecerdasan ini dapat disingkapakan jika dirawat dengan baik.

Agar kecerdasan-kecerdasan ini terawat secara baik, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:

  1. Struktur saraf bagian bawah harus cukup berkembang agar energi dapat mengalir ke tingkat yang lebih tinggi.
  2. Anak harus merasa aman secara fisik dan emosional.
  3. Harus ada model untuk memberikan rangsangan yang wajar.

Marilah kita melihat masa-masa perkembangan kecerdasan ini. Kemampuan libguistik muncul ketika manusia masih dalam rahim. Seorang anak tidak diajarkan bahasa ibunya; jika ibunya mempunyai kemampuan berbicara, maka ia tak dapat menghalangi anaknya untuk belajar berbicara. Nyatanya, jika seorang anak selalu mendengar suatu bahasa setiap saat selama tujuh tahun pertama hidupnya, maka kecerdasan linguistiknya akan menjadi aktif.

Dalam tahun-tahun pertama kehidupan, fungsi motor sensorik bekerja. Hal ini dicapai melalui kontak langsung oleh anak dengan lingkungannya, dengan interaksi terus-menerus dengan ibunya dan benda-benda di dunia sekitarnya. Ketika seorang bayi memasukan sesuatu ke dalam mulutnya, dan mendekatkannya ke hadapan cahaya, dan memukulkannya pada benda lain, berarti ia sedang belajar tentang benda itu dengan satu-satunya cara yang mungkin pada saat itu-melalui pancaindra.

Pada usia satu atau dua tahun, otak motor sensorik sudah cukup berkembang, dan anak tersebut melangkah ke tahap perkembangan berikutnya. Terjadi peningkatan luar biasa dalam jalinan-jalinan neuron, dan ketika sistem emosional kognitif mulai bekerja, perilaku bayi berubah hampir dalam satu malam. Perilaku baru ini umumnya dikenal sebagai “dua tahun yang mengerikan” (the terrible twos) dan mengkhawatirkan orangtua di seluruh dunia. Namun, pertimbangkanlah hal ini adalah penting bahwa anak melewati perkembangan emosional ini supaya dapat mencapai tingkat pemikiran yang lebih tinggi dalam neokorteks.

Pada tahap ini, selain berkembang secara emosional, anak sedang bersiap untuk perkembangan intelektual yang lebih tinggi melalui bermain. Menirukan, membacakan cerita, dan aktivitas bermain yang imajinatif lainnya adalah cara-cara anak mengembangkan kemampuan metaforis dan simbolis yang merupakan dasar dari semua pendidikan yang lbeih tinggi.

Pada usia empat tahun, struktur neuro motor sensorik dan kognitif emosional berkembang 80%. Setelah itulah alam berpengaruh mengalirkan energi untuk bergerak ke cara berpikir yang lebih tinggi. Inilah waktunya ketika kecerdasan lain terbuka untuk perkembangan. Jika anak merasa terancam atau tidak ada contoh, maka kecerdasan-kecerdasan in pada akhirnya akan mandek pada usia sekitar tujuh tahun.

Pada anak yang telah dirawat dengan benar, banyak proses pemikiran yang lebih tinggi dapat berbentang dan berkembang dengan menggembirakan dan mulus. Pada tahp ini, otak motor sensorik (reptil) berkembang sehingga mampu mengaktifkan autopilot (bawah sadar), yang bergerak hanya ketika ada bahaya. Sistem limbik juga sangat berkembang dan terus memonitor keamanan psikologi dan kesehatan emosional. Ketika anak sehat secara emosional, maka ia bebas menggerakkan bagian neokorteks yang lebih tinggi.

Neokorteks terdiri dari 12-15 juta sel saraf, yang disebut neuron. Sel-sel ini dapat berinteraksi dengan sel-sel lain melalui vibrasi di sepanjang cabang-cabang, yang disebut dendrit. Masing-masing neuron dapat berinteraksi dengan neuron-neuron di sekitarnya yang berarti bahwa terjadi interaksi yang potensial antara sel-sel dalam satu otak manusia daripada atom-atom di seluruh alam semesta. Interaksi-interaksi ini juga menentukan kemampuan manusia untuk belajar.

Ilmuan peneliti otak, Dr.Marian Diamond, telah menhabiskan waktu tiga puluh tahun mengadakan rangkaian percobaan pada otak. Kesimpulannya adalah : pada umur berapa pun sejak lahir hinga mati, adalah mungkin untuk meningkatkan kemampuan mental seseorang melalui rangsangan lingkungan. Karyanya menunuk pada kenyataan bahwa sejauh menyangkut otak, ungkapan lama “gunakan atau hilangkan saja”, adalah nasihat yang sangat baik. Semakin terangsang otak seseorang dengan aktivitas intelektual dan interaksi lingkungan, semakin banyak jalinan yang dibuat antara sel-sel.

 

  1. D.    CARA BERPIKIR BELAHAN OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

Selain terdiri atas tiga bagian otak, yaitu otak reptil, otak mamalia, dan otak neokorteks, otak manusia terbagi lagi menjadi dua belahan atau hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Setiap hemisfer mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi saling mendukung. Hal ini pertama ditemukan oleh pemenang hadiah Nobel, Roger Wolcott Sperrry,Ph.D. Hemisfer kiri dan hemisfer kanan ini dihubungkan dengan satu jembatan komunikasi yang disebut corpus collosum, yang terdiri atas sekitar  100.000.000. (seratus juta) sel otak. Pada umumnya seseorang diberi tahu bahwa setiap hemisfer atau belahan otak mengatur 50% dari setiap bagian tubuh. Hemisfer kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, sedangkan hemisfer kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri, namun hasil penelitian Dr.Iacciano menunjukan bahwa hemisfer kiri ternyata memainkan peran yang lebih besar tanpa melihat posisi tubuh yang diatur.

Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme.

Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran spasial, penenalan bentuk dari pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.

Kedua belahan otak penting artinya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung “seimbang” dalam setiap aspek kehidupan mereka. Belajar terasa sangat mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapi. Karena sebagian besar komunikasi diungkapkan dalam bentuk verbal atu tertulis, yang keduanya merupakan spesialisasi oatak kiri, bidang-bidang pendidikan, bisnis, dan sains cenderung berat ke otak kiri.

  • OTAK KIRI
    • Otak ini mempunyai fungsi dan cara belajar yang khusus, yaitu:
    • menyukai hal-hal yang berurutan;
    • belajar maksimal dari hal-hal yang bersifat detail terlebih dulu kemudian ke hal-hal yang bersifat global (umum);
    • menyukai sistem membaca yang berdasarkan fonetik;
    • menyukai kata-kata, simbol, dan huruf;
    • menyukai sesuatu yang terstruktur dan dapat diprediski;
    • mengalami lebih banyak fokus internal;
    • ingin mengumpulkan informasi yang faktual.
    • OTAK KANAN
      • Otak ini mempunyai fungsi dan cara belajar yang khusus, yaitu:
      • lebih menyukai hal-hal yang bersifat acak;
      • belajar maksimal dari hal-hal yang bersifat global terlebih dulu kemudian ke hal-hal yang bersifat detail;
      • lebih menyukai sistem membaca yang bersifat menyeluruh (whole language);
      • menyukai gambar dan grafik;
      • lebih suka melihat terlebih dulu atau mengalami sesuatu;
      • ingin mengumpulkan informasi mengenai hubungan di antara berbagai hal;
      • lebih menyukai lingkungan belajar yang bersifat spontan dan alamiah;
      • mengalami lebih banyak fokur eksternal;
      • menginginkan pendekatan yang bersifat terbuka, baru, dan memberikan kejutan-kejutan yang menantang;

 

 

  1. E.     PARADOKS OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

Selama ini orang beranggapan bahwa otak kiri adalah otak yang bersifat logika, sedangkan otak kanan berkaitan erat dengan kreativitas. Hasil penelitian terakhir membuktikan bahwa pandangan ini salah. Otak kiri dapat menjadi otak yang kreatif. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya Dr. Edward De Bono yang mencetuskan Lateral Thinking (berpikir lateral) pada tahun 1970. Dengan menggunakan metode yang diajarkan oleh Dr.Edward De Bono, orang bisa menjadi sangat kreatif dengan menggunakan otak kirinya. Penyelesaian masalah dengan menggunakan pendekatan atau metode berurutan (sekuensial) dan dengan menggunakan otak kiri ternyata juga memberikan solusi yang sama kreatifnya seperti  bila menggunakan otak kanan.

Pandangan umum lainnya yang ada di masyarakat kita bahwa musisi seniman adalah orang yang dominan menggunakan otak kanannya, ternyata juga kurang tepat. Seniman atau pelukis dalam melakukan kegiatan melukis ternyata juga banyak melibatkan otak kiri mereka. Memang benar bahwa ide-ide kreatif mereka berasal dari otak kanan, tatapi dalam memilih warna, melukis bentuk gambar yang simeteris, mencampur warna, dan memilih bahan baku lainnya ternyata mereka mengikuti suatu urutan logika yang semua itu merupakan kegiatan otak kiri. Demikian juga musisi. Alhi musik bila mendengarkan musik akan memproses musik itu dengan otak kiri karena hal yang pertama mereka lakukan adalah menganalisis musik tersebut. Sementara itu, orang awam bila mendengarkan musik akan langsung menggunakan otak kanannya karena merka menikmati musik itu.

Hasil penelitian terkahir dengan menggunakan teknologi pemindai PET (positron emmission tomography) menunjukan bahwa bila seseorang meras tertekan atau stres, yang akan lebih aktif adalah otak kanannya. Adapun bila seseorang merasa gembira dan optimis tentang masa depan dan hidupnya, otak kiri akan lebih aktif. Jika para siswa diajari cara efektif untuk memproses perasaan atau kejadian-kejadian yang negatif, waktu belajarnya akan dapat dioptimalkan. Optimisme akan timbul bila seseorang menguasi cara penyelesaian masalah dan juga bila seseorang menglami suatu rasa diterima dan dicintai. Karena itu, gunakan dan ajarkanlah teknik visualisasi dan penetapan tujuan (goal-setting), skenario penyelesaian masalah, studi kasus dan mengerjakan latihan yang membutuhkan pemikiran logis, brain-storming, dan mind-mapping (pemetaan pikiran). Jadi, sebenarnya manusia tidak bisa bila hanya menggunakan satu belahan otak pada saat berpikir atu mengerjakan sesuatu. Untuk bisa mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, seseorang harus mengoptimalkan penggunaan kedua belahan otaknya, yaitu otak kiri dan otak kanan secara bersamaan.

Kemampuan otak kiri dan kanan berkaitan erat dengan kemampuan inteligensi anak yang merupakan salah satu aspek aktual untuk dibicarakan dalam dunia pendidikan. Keaktualan itu dikarenakan inteligensi adalah unsur yang ikut memengaruhi keberhasilan belajar anak didik. Menurut ahli psikologi William Stern (dalam Suharsimi, 1990:96), inteligensi merupakan daya untuk menyesuaikan diri secara mudah dengan keadaan baru dengan menggunakan bahan-bahan pikiran yang ada menurut tujuannya. Whitherington (1984:198) mengatakan bahwa seseorang dikatakan inteligen apabila ia mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cepat tanpa mengalami suatu masalah. Itu berarti seseorang yang sukar beradaptasi dan banyak mengalami masalah dikatakan tidak inteligen. Konsep kedua ahli ini barangkali belum memberikan pemahaman lebih jauh mengenai inteligensi. Karena itu, konsep berikut akan memberikan gambaran lebih jelas.

  1. The ability to meet an adapt to novel situations quickly an effectively (kemampuan memenuhi dan mengadopsi situasi baru dengan cepat dan efektif).
  2. The ability to utilize abstract concepts effectively (kemampuan menggunakan konsep abstrak dengan efektif).
  3. The ability to grasp relationship quickly (kemampuan memperoleh hubungan/ relasi dengan cepat)

Jadi, dapat dipahami bahwa inteligensi adalah kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dengan situasi yang baru dengan cepat dan efektif, kemampuan utnuk menggunakan konsep yang abstrak secara egektif, dan kemampuan untuk memahami hubungan dan mempelajarinya dengan cepat. Dalam rangka mengetahui tinggi rendahnya inteligensi seseorang, dikembangkanlah instrumen yang dikenal dengan istilah “tes inteligensi”, sedangkan gambaran mengenai hasil pengetesan kemudian dikenal dengan intelligence quotient, disingkat dengan IQ.

Menurut hasil penyelidikan, persentase orang yang genius dan idiot sangat sedikit, sedangkan yang terbanyak adalah yang normal (biasa). Genius adalah sifat pembawaan luar biasa yang dimiliki seseorang sehingga ia mampu mengatasi keccerdasan orang-orang biasa dalam bentuk pemikiran dan hasil karya. Adapun idiot (pandir) adalah penderita lemah otak, yang hanya memiliki kemampuan berpikir setingkat dengan kecerdasan anak yang berumur tiga tahun (Mursal, 1981: 68). Setiap anak memilki inteligensi yang berlainan. Dalam perbedaan itu dirasakan ada kesulitan untuk mengetahui dengan ukuran yang tepat mengenai tinggi rendahnya inteligensi seorang anak sebab semuanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dalam bentuk pengalaman yang diperoleh anak selama hidupnya. Inteligensi hanya bersifat pembawaan. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan, sebagai dua kekuatan yang tidak bisa dipisahkan.

Perbedaan individual dalam bidang intelektual ini perlu diketahu dan dipahami guru, terutama dalam hubungannya dengan penelompokan anak didik di kelas. Anak yang kurang cerdas jangan dikelompokkan dengan anak yang kecerdasannya setingkat dengannya, tetapi perlu dimasukkan ke dalam kelompok anak-anak yang cerdas. Dengan harapan agar anak yang kurang cerdas itu terpacu untuk lebih kreatif, ikut terlibat langsung dengan motivasi yang tinggi dalam bekerja sama dengan kawan-kawan yang sekelompok dengannya. Kepentingan lainnya, agar guru dapat dengan mudah melakukan pendekatan dengan anak didik untuk memberikan bimbingan tentang cara belajar yang baik.`

 


  1. F.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INTELIGENSI SESEORANG

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi inteligensi sehingga terdapat perbedaan inteligensi seseorang dengan yang lain ialah sebagai berikut:

  1. Pembawaan. Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir. “Batas kesanggupan kita”, yakni dapat tidaknya memecahkan suatu soal, pertama-tama ditentukan oleh pembawaan seseorang. Orang itu ada yang pinta dan ada yang bodoh. Meskipun menerima latihan dan pelajaran yang sama, perbedaan-perbedaan itu masih tetap ada.
  2. Kematangan. Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matan g jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. Anak-anak tak dapat memecahkan soal-soal tertentu karena soal-soal itu masih terlampau sukar baginya. Organ-organ tubuhnya dan fungsi-fungsi jiwanya masih belum matang untuk memecahkan soal itu. Kematangan berhubungan erat dengan usia.
  3. Pembentukan. Pembentukan ialah segala keadan di luar diri seseorang yang memengaruhi perkembangan inteligensi. Pembentukan dapat dibedakan antara pembentukan sengaja (seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah) dan pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam sekitar).
  4. Minat dan Pembawaan yang khas. Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, diantaranya motif menggunakan dan menyelidiki dunia luar (manipulate adn exploring motives). Dari manipulasi dan eksplorasi yang dilakukan terhadap dunia luar itu, lama kelamaan timbullah minat terhadap sesuatu. Sesuatu yang menarik minat seseorang akan mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.
  5. Kebebasan. Dengan adanya kebebasan, manusia dapat memilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan ini, minat tidak selamanya menjadi syarat dalam perbuatan inteligensi.

 

Selain faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Untuk menentukan inteligen atau tidaknya seorang anak, seseorang tidak dapat hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut. Inteligensi adalah faktor total. Keseluruhan pribadi turut serta menentukan dalam perbuatan inteligensi seseorang.

 

BAB II

PENUTUP

  1. A.    KESIMPULAN

Otak manusia merupakan struktur yang sangat sempurna yang berbeda dengan makhluk lainnya. Fakta mengenai otak manusia diantaranya: otak manusia bagaikan raksasa tidur yang dapat mengoperasikan pikiran manusia yang tak terbatas; manusia memiliki tiga otak dalam satu kepala yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda; otak manusia berhubungan dengan kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang. Dan kecerdasan manusia dapat berkembang sesuai dengan waktunya, sehingga manusia memiliki banyak kemampuan.

Otak manusia selain memiliki tiga bagaian otak yaitu otak reptil, otak mamalia dan neokorteks, otak manusia terbagi lagi menjadi dua belahan atau hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Setiap hemisfer mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi salaing mendukung. Cara berpikir otak kiri dan otak kanan berbeda. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini akan mengalami keseimbangan dalam kehidupan mereka. Belajar terasa sangat mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapi. Karena sebagian besar komunikasi diungkapkan dalam bentuk verbal atu tertulis, yang keduanya merupakan spesialisasi oatak kiri, bidang-bidang pendidikan, bisnis, dan sains cenderung berat ke otak kiri.

Selama ini orang beranggapan bahwa otak kiri adalah otak yang bersifat logika, sedangkan otak kanan berkaitan erat dengan kreativitas. Hasil penelitian terakhir membuktikan bahwa pandangan ini salah. Otak kiri dapat menjadi otak yang kreatif. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya Dr. Edward De Bono yang mencetuskan Lateral Thinking (berpikir lateral) pada tahun 1970. Dengan menggunakan metode yang diajarkan oleh Dr.Edward De Bono, orang bisa menjadi sangat kreatif dengan menggunakan otak kirinya. Penyelesaian masalah dengan menggunakan pendekatan atau metode berurutan (sekuensial) dan dengan menggunakan otak kiri ternyata juga memberikan solusi yang sama kreatifnya seperti  bila menggunakan otak kanan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi inteligensi (kemampuan) sehingga terdapat perbedaan inteligensi seseorang dengan yang lain ialah: Pembawaan, kematangan, pembentukan minat dan pembawaan yang khas, dan kebebasan. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain.

 

  1. B.     KRITIK DAN SARAN

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat memperbaiki makalah ini sehingga menjadi lebih baik.

~ by adzillah on October 5, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: