Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata dapat mengerti perbedaan gonggongan anjing walaupun tidak berhadapan langsung dengan anjing tersebut. Penemuan itu dipublikasikan dua orang ilmuwan, yaitu Dan Hyde dan Heather Whipple Stephenson, belum lama ini, di Utah, Amerika Serikat. Kedua ilmuwan tersebut hendak membuktikan kemampuan belajar bayi sejak dini.

Dalam percobaannya, para bayi yang menjadi objek penelitian diberi dua foto anjing yang sama dengan sikap yang berbeda. Dalam foto pertama, anjing tampak bersikap agresif sedangkan pada foto kedua anjing terlihat tenang. Pada saat yang sama peneliti memutar rekaman yang memperdengarkan suara gonggongan anjing yang agresif dan yang tidak.

Para bayi ternyata mampu mencocokkan suara gonggongan dengan foto yang diberikan sebelumnya melalui tatapan yang agak lama. Jika bayi diperdengarkan suara gonggongan agresif, maka ia akan melihat foto anjing yang agresif agak lama. Demikian juga sebaliknya. Lamanya menatap dibaca ilmuwan sebagai proses belajar bayi mencocokkan fenomena.

Para peneliti menyimpulkan bayi mempelajari fenomena yang dilihatnya dengan cepat, meski dengan kadar tertentu. “Melihat hasil penelitian ini saya ingin ide-ide lucu lainnya juga dijadikan proyek penelitian,” ujar Stephenson, seperti dikutip ScienceDaily.
avatars (332)

~ by adzillah on July 22, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: